November 20, 2009
Jangan remehkan kebohongan, kekuatannya mampu meruntuhkan sebuah Negara
Kekuatannya pula banyak dipakai oleh raja-raja untuk tetap berada di atas tahta Maka, adalah naïf jika Anda berkata: Berbohong hanya dilakukan oleh anak-anak yang tertangkap basah bolos sekolah.
Berbohong adalah kekuatan besar, karena untuk berbohong manusia harus berkekuatan besar pula.
Diperlukan kecerdasan tinggi untuk menyusun ribuan argumentasi, dan dibutuhkan kekerasan otot baja untuk mengubah fakta dan data nyata bahkan manusia harus memicikkan hatinya agar sebuah kebohongan menampakkan wajah kebenaran.
Lihatlah, untuk sebuah kebohongan manusia harus mengerahkan waktu dan usaha yang terbaik pula! Sedangkan untuk bersikap jujur, manusia hanya perlu berlaku apa adanya. Karena itu, jangan terkejut bila banyak orang melihat kebohongan lebih menawan daripada cahaya kejujuran.
Di dalam belitan hawa nafsu, kejujuran nyaris tak pernah laku.
Abiz baca kok asyik (source: Media Ummat edisi 78/Tahun ke III), langsung saya posting aja di weblog dan semoga manfaat.
Leave a Comment » |
Archive |
Permalink
Ditulis oleh azharsmp13
November 19, 2009
Firmansyah Budi Prasetyo, Bos Waralaba Telo KreZZ
Gurihnya Laba Kudapan Ndeso Bagi sebagian orang, singkong atau ketela pohon dianggap kudapan orang ndeso atau kampung. Tetapi di tangan pemuda berumur 28 tahun, Firmansyah Budi Prasetyo, singkong menjadi komoditi yang mendatangkan pundit-pundi miliaran rupiah. Melalui brand Tela KreZZ, singkong dia permak melalui resep, kemasan, dan manajemen profesional.
LUCKY NUR HIDAYAT, Jakarta — UNTUK ukuran Firmansyah, peluang menjadi birokrat lebih terbuka. Setidaknya karena dia lulus cum laude dari Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada tahun 2006. Namun, pemuda kelahiran Semarang 5 Desember 1981 itu malah menolak menapak karir menjadi pejabat dan memilih untuk menantang risiko dengan menjadi wirausahawan. Awalnya, orangtuanya juga kurang setuju dengan pilihan Firmansyah menjadi pengusaha.
Namun, Firmansyah mantap dengan bisnis Tela KreZZ. Ia yakin makanan yang diolah dari singkong itu akan mendapat tempat di hati masyarakat. ”Itu berawal dari iseng memanfaatkan gerobak Almarhum Ibu yang sudah mangkrak dua bulan karena tak jadi dipakai jualan pada akhir 2006,” kata Firmansyah yang akarab dipanggil Firman saat ditemui di kantornya di Jogjakarta pekan lalu (14/11). Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
Archive |
Permalink
Ditulis oleh azharsmp13
November 10, 2009
Setelah tewasnya Brigadir Jendral AWS Mallaby, kemudian pimpinan tentara sekutu pada tanggal 9 Nopember 1945 mengeluarkan ultimatum yang berisi semua pimpinan dan orang-orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat-tempat yang telah di tentukan dan selanjutnya menyerahkan diri dengan mengangkat tangan diatas kepala. Ultimatum itu tidak dihiraukan rakyat Surabaya walaupun deadline yang diberikan hanya sampai pukul 06.00 tanggal 10 Nopember. Waktu itu Arek-arek Surabaya bukannya mengikuti apa kata penjajah melainkan mereka bersatu menentang dan menyerang para penjajah dengan senjata seadanya. Bung Tomo salah seorang pemimpin perjuangan rakyat Surabaya, dengan suara yang menggeledek laksana halilintar mampu membakar semangat para pejuang untuk membasmi penjajah yang mencoba merampas Surabaya. Pertempuran berjalan tidak seimbang, tetapi karena semangat tekad dan perjuangan yang membara, Surabaya berhasil direbut oleh oleh arek-arek suroboyo walaupun tidak sedikit dari mereka yang gugur dalam pertempuran sebagai kusuma bangsa. Dan pemerintah kemudian menetapkan bahwa tanggal 10 Nopember adalah “ Hari Pahlawan “.
Saudaraku, itulah sepenggal kisah dari peristiwa 10 Nopember yang sebentar lagi akan kita peringati. Momentum ini bukanlah sekedar seremonial belaka. Momentum yang kini berusia 63 tahun sejak peristiwa pertempuran Sabtu pagi, 10 November 1945, di Surabaya, dijadikan simbol pengorbanan pahlawan seluruh tanah air. Di dalamnya terkandung sejarah yang patut dihayati sebagai bagian dari proses transformasi pelestarian nilai-nilai kejuangan dan kepahlawanan. Lantas bagaimana nilai dan citra keteladanan yang telah ditunjukkan para pahlawan, pejuang dan perintis kemerdekaan dilestarikan, dihayati dan diamalkan segenap masyarakat khususnya generasi muda? Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
Archive |
Permalink
Ditulis oleh azharsmp13
November 7, 2009
Perbanyaklah menegur diri sendiri
karena orang lain tak ingin ditegur seperti dirimu
Hidup manusia hanyalah sekali
waktu tak terasa dijemput mati
kerakusan insan tak kan pernah berhenti
kecuali kubur telah mengunci diri
Memaafkan adalah sebuah perjuangan
Perjuangan yang tidak bersenjatakan pedang
tetapi perjuangan yang bersenjatakan kebijaksanaan dan kearifan
Tidaklah musibah itu turun kecuali akibat dosa
dan tidaklah ia bisa diangkat kecuali dengan taubat
Peliharalah imanmu dengan memperbanyak sedekah
Bentengilah hartamu dengan mengeluarkan zakat
dan tolaklah gelombang bencana dengan selalu berdoa kepada Allah
Sahabat yang beriman ibarat mentari yang menyinari
Sahabat yang setia bagai pewangi yang mengharumkan
Sahabat sejati menjadi pendorong impian
Sahabat berhati mulia membawa kita ke jalan Allah
Lidahmu adalah bentengmu
jika engkau menjaganya maka ia akan menjagamu
dan jika engkau membiarkannya maka ia tidak akan memperdulikanmu
& Komentar |
Archive |
Permalink
Ditulis oleh azharsmp13