Islamic Widget

Februari 8, 2010


RenunganKu

Februari 5, 2010

Orang berbudi berketetapan hati menggapai cita-citanya, sedangkan orang yang picik hanya memiliki cita-cita dan tidak pernah berusaha.

Di dalam kehidupan, kita tidak selalu berada dalam kondisi yang baik-baik saja. Namun bagi yang pernah mengalami cobaan dan berhasil mengatasinya, akan sangat mudah menghadapi kondisi sesulit apapun.

Rumput tidak akan mudah tumbuh di lahan yang ditanami sayur-sayuran, Hati tidak mudah timbul kebencian bila dipenuhi rasa persahabatan.

“Fikirkan hal-hal yang paling hebat, dan Engkau akan menjadi  yang terhebat. Tetapkan akal pada hal yang tertinggi, dan Engkau akan mencapai yang tertinggi”

Bahagialah orang yang sibuk memikirkan aibnya sehingga tidak sempat mencari aib orang lain.


Renunganku

Januari 21, 2010

Ibuku berkata kepadaku:

“Wahai anakku, janganlah engkau mempelajari suatu ilmu kecuali bila engkau telah berniat untuk mengamalkannya. Jika tidak, maka hal itu adalah bencana besar bagimu kelak di hari kiamat. (Imam Sufyan Ats-Tsauri)

Berhati-hatilah dari bermalas-malasan dan berkeluh kesah, karena keduanya adalah pangkal dari segala keburukan. Apabila engkau malas, maka engkau tidak akan menunaikan kebenaran sedangkan jika engkau berkeluh kesah, maka engkau tidak akan bersabar dalam membela kebenaran. (Imam Muhammad Al Baqir)

Barang siapa yang meninggalkan dosa, niscaya hatinya akan menjadi lembut dan barang siapa yang meninggalkan perkara haram serta hanya makan makanan yang halal maka pikirannya akan menjadi jernih. (Salafunasholih)

Akhlak yang buruk adalah dosa, sehingga kebajikan yang banyak pun menjadi sia-sia karenanya. Sedangkan, akhlak yang baik adalah kebajikan sehingga keburukan yang banyak pun tertutupi karenanya. (Yahya bin Mu’ad)

Source: Media Ummat edisi 82 (Minggu III-IV Januari 2010)


Improvement

Januari 19, 2010

SEDIAKAN WAKTU UNTUK:

- Berfikir, karena itulah sumber kekuatan

- Bermain, karena itulah rahasia awet muda

- Membaca, karena itulah landasan kebijaksanaan

- Berteman, karena itulah jalan menuju kebahagiaan

- Bermimpi, karena itulah yang membawa Anda ke bintang

- Mencintai dan Dicintai, karena itulah hak istimewa Tuhan

- Melihat sekeliling Anda, karena hari Anda terlalu singkat untuk mementingkan diri sendiri

- Tertawa, karena itulah musik jiwa

(Doa Inggris Kuno)


Motivasi Aku

Januari 13, 2010

Bertemanlah dengan orang yang suka membela kebenaran

Dialah hiasan dikala kita senang dan perisai diwaktu kita susah

Semua manusia itu baik kalau kita bisa melihat kebaikannya dan menyenangkan kalau kita bisa melihat keunikannya

Tapi semua manusia itu akan buruk dan membosankan kalau kita tidak bisa melihat keduanya

Kekecewaan mengajarkan kita arti kehidupan, Teruskan perjuangan kita walaupun terpaksa menghadapi rintangan demi rintangan dalam hidup

Hidup adalah gabungan antara bahagia dan derita, Ia adalah penguji keimanan seseorang

Malangnya bagi mereka yang hanya mengikuti kehendak hati, tidak sanggup menerima penderitaan


Untukmu Para Pembohong

November 20, 2009

Jangan remehkan kebohongan, kekuatannya mampu meruntuhkan sebuah Negara

Kekuatannya pula banyak dipakai oleh raja-raja untuk tetap  berada di atas tahta Maka, adalah naïf jika Anda berkata: Berbohong hanya dilakukan oleh anak-anak yang tertangkap basah bolos sekolah.

Berbohong adalah kekuatan besar, karena untuk berbohong manusia harus berkekuatan besar pula.

Diperlukan kecerdasan tinggi untuk menyusun ribuan argumentasi, dan dibutuhkan kekerasan otot baja untuk mengubah fakta dan data nyata bahkan manusia harus memicikkan hatinya agar sebuah kebohongan  menampakkan wajah kebenaran.

Lihatlah, untuk sebuah kebohongan manusia harus mengerahkan waktu dan usaha yang terbaik pula! Sedangkan untuk bersikap jujur, manusia hanya perlu berlaku apa adanya. Karena itu, jangan terkejut bila banyak orang melihat kebohongan lebih menawan daripada cahaya kejujuran.

Di dalam belitan hawa nafsu, kejujuran nyaris tak pernah laku.

Abiz baca kok asyik  (source: Media Ummat edisi 78/Tahun ke III), langsung saya posting aja di weblog dan semoga manfaat.


Inspirasi

November 19, 2009

Firmansyah Budi Prasetyo, Bos Waralaba Telo KreZZ

Gurihnya Laba Kudapan Ndeso Bagi sebagian orang, singkong atau ketela pohon dianggap kudapan orang ndeso atau kampung. Tetapi di tangan pemuda berumur 28 tahun, Firmansyah Budi Prasetyo, singkong menjadi komoditi yang mendatangkan pundit-pundi miliaran rupiah. Melalui brand Tela KreZZ, singkong dia permak melalui resep, kemasan, dan manajemen profesional.

LUCKY NUR HIDAYAT, Jakarta — UNTUK ukuran Firmansyah, peluang menjadi birokrat lebih terbuka. Setidaknya karena dia lulus cum laude dari Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada tahun 2006. Namun, pemuda kelahiran Semarang 5 Desember 1981 itu malah menolak menapak karir menjadi pejabat dan memilih untuk menantang risiko dengan menjadi wirausahawan. Awalnya, orangtuanya juga kurang setuju dengan pilihan Firmansyah menjadi pengusaha.

Namun, Firmansyah mantap dengan bisnis Tela KreZZ. Ia yakin makanan yang diolah dari singkong itu akan mendapat tempat di hati masyarakat. ”Itu berawal dari iseng memanfaatkan gerobak Almarhum Ibu yang sudah mangkrak dua bulan karena tak jadi dipakai jualan pada akhir 2006,” kata Firmansyah yang akarab dipanggil Firman saat ditemui di kantornya di Jogjakarta pekan lalu (14/11). Baca entri selengkapnya »


MERENUNGI KEMBALI 10 NOPEMBER

November 10, 2009

Setelah tewasnya Brigadir Jendral AWS Mallaby, kemudian pimpinan tentara sekutu pada tanggal 9 Nopember 1945 mengeluarkan ultimatum yang berisi semua pimpinan dan orang-orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat-tempat yang telah di tentukan dan selanjutnya menyerahkan diri dengan mengangkat tangan diatas kepala. Ultimatum itu tidak dihiraukan rakyat Surabaya walaupun deadline yang diberikan hanya sampai pukul 06.00 tanggal 10 Nopember. Waktu itu Arek-arek Surabaya bukannya mengikuti apa kata penjajah melainkan mereka bersatu menentang dan menyerang para penjajah dengan senjata seadanya. Bung Tomo salah seorang pemimpin perjuangan rakyat Surabaya, dengan suara yang menggeledek laksana halilintar mampu membakar semangat para pejuang untuk membasmi penjajah yang mencoba merampas Surabaya. Pertempuran berjalan tidak seimbang, tetapi karena semangat tekad dan perjuangan yang membara, Surabaya berhasil direbut oleh oleh arek-arek suroboyo walaupun tidak sedikit dari mereka yang gugur dalam pertempuran sebagai kusuma bangsa. Dan pemerintah kemudian menetapkan bahwa tanggal 10 Nopember adalah “ Hari Pahlawan “.

Saudaraku, itulah sepenggal kisah dari peristiwa 10 Nopember yang sebentar lagi akan kita peringati. Momentum ini bukanlah sekedar seremonial belaka. Momentum yang kini berusia 63 tahun sejak peristiwa pertempuran Sabtu pagi, 10 November 1945, di Surabaya, dijadikan simbol pengorbanan pahlawan seluruh tanah air. Di dalamnya terkandung sejarah yang patut dihayati sebagai bagian dari proses transformasi pelestarian nilai-nilai kejuangan dan kepahlawanan. Lantas bagaimana nilai dan citra keteladanan yang telah ditunjukkan para pahlawan, pejuang dan perintis kemerdekaan dilestarikan, dihayati dan diamalkan segenap masyarakat khususnya generasi muda? Baca entri selengkapnya »


Renunganku

November 7, 2009

Perbanyaklah menegur diri sendiri
karena orang lain tak ingin ditegur seperti dirimu

Hidup manusia hanyalah sekali
waktu tak terasa dijemput mati
kerakusan insan tak kan pernah berhenti
kecuali kubur telah mengunci diri

Memaafkan adalah sebuah perjuangan
Perjuangan yang tidak bersenjatakan pedang
tetapi perjuangan yang bersenjatakan kebijaksanaan dan kearifan

Tidaklah musibah itu turun kecuali akibat dosa
dan tidaklah ia bisa diangkat kecuali dengan taubat

Peliharalah imanmu dengan memperbanyak sedekah
Bentengilah hartamu dengan mengeluarkan zakat
dan tolaklah gelombang bencana dengan selalu berdoa kepada Allah

Sahabat yang beriman ibarat mentari yang menyinari
Sahabat yang setia bagai pewangi yang mengharumkan
Sahabat sejati menjadi pendorong impian
Sahabat berhati mulia membawa kita ke jalan Allah

Lidahmu adalah bentengmu
jika engkau menjaganya maka ia akan menjagamu
dan jika engkau membiarkannya maka ia tidak akan memperdulikanmu


Kiat Moechsin-Muzayyanah Pertahankan Kualitas Bakso

Oktober 29, 2009

Usaha BaksoTidak mudah meraih sukses dalam bisnis. Tapi, para orang bijak bilang, mempertahankan kesuksesan lebih sulit. Apalagi, bila bisnis yang ditekuni tergolong banyak pesaing. Bisnis makanan, misalnya.

Karena itu, beragam upaya dilakukan pelaku bisnis makanan untuk mempertahankan kesuksesan mereka. Itu pula yang dilakukan H Moechsin Imam Mawardi dan Hj Muzayyanah. Pemilik usaha Bakso Sapi dan Es Teler Tanjung Anom itu selalu berupaya menjaga kualitas dan cita rasa produk mereka agar terus unggul daripada produk sejenis yang ditawarkan orang lain. “Kami berusaha selalu meningkatkan mutu dan cita rasa,” kata Moechsin.

Untuk mempertahankan bahkan meningkatkan keunggulan produk mereka itulah, Moechsin selalu ”mengintai” warung yang menyajikan menu sejenis. Tujuannya, membandingkan menu andalannya dengan menu andalan warung lain. “Tiap kali mendengar ada bakso yang terkenal dan ramai pembeli, saya selalu mencobanya,” tutur kakek dua cucu tersebut. Baca entri selengkapnya »